Mengobati orang yang terkena sihir

Berkata Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz  *setelah salam dari beliau*

Adapun selanjutnya, maka tidaklah diragukan lagi bahwasanya sihir merupakan perkara yang telah ada yang dilakukan oleh sebagian orang, dan sihir ini bisa menimpa seorang dengan idzin Allah. Allah Ta’ala berfirman dalam perkara sihir:

102. dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.

Maka sihir itu memiliki pengaruh namun tetap dengan seidzin Allah, secara mutlak dibawah kekuasaan-Nya yang mana tidaklah nampak pengaruh tadi pada suatu apapun kecuali dengan idzin Allah. Akan tetapi (penyakit) sihir ini ada cara penyembuhan dan pengobatannya, yang dia(penyakit sihir) ini pernah menimpa Nabi n dan telah Allah selamatkan dan hilangkan kejelekan sihir tadi dari beliau, ketika mereka (para shahabat) mendapati apa yang dilakukan oleh penyihir tadi, kemudian beliau memerintahkan untuk merusak dan menghukumnya sehingga Allah menyembuhkan Nabi-Nya n dari penyakit itu. Dan demikianlah jika mendapati apa yang dilakukan oleh penyihir dari menggulung benang-benang atau mengikatnya dengan suatu yang lain atau dengan bentuk yang lain, maka harus disingkirkan dan dihancurkan. Karena kebiasaan para penyihir mereka meniup pada pintalan-pintalan atau buntalan benang dan memukulinya dengan tujuan tertentu yang jelek dari mereka. Maka terkadang dengan seidzin Allah mereka dapat melancarkan tujuan jelek itu, namun sering pula Allah gagalkan. Karen Rabb kita Maha mampu atas segala sesuatunya. Dan sungguh Allah telah memerintahakan untuk berlindung kepadanya dari kejelekan para dukun dan tukang sihir yang meniup pada buntalan benang dengan tujuan merealisasikan keinginan mereka yang jelek.

Oleh karena itu terkadang orang yang terkena sihir dan kesurupan bisa mengobatinya dengan cara membacakan Al-Quran untuk dirinya sendiri, jika dia masih sehat akalnya. Atau orang lain yang membacakan untuknya, kemudian meniup di dadanya atau pada anggota lain dari tubuh orang tersebut. Dengan ayat-ayat Al-Qur’an:

  1. Membaca surat Al-Fatihah, ayat kursi.
  2. Al-Ikhlas, Al-falaq, An-Nas (3x)
  3. Surat Al-‘Araf: 117-119
  4. Surat Yunus: 79-82
  5. Surat Thaahaa: 65-69
  6. Surat Al-Kafirun
  7. Mendoakannya dengan kesembuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi:

اللهم رب الناس,أذهب البأس,واشف أنت الشافي لاشفاء إلا شفاؤك شفاءلا يغادر سقما

Juga meruqyah dengan membaca:

بسم اللهِ أُرْقِيْكَ, مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يُؤْذِيْكَ, وَمِنْ كُلِّ شَرِّنَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ, بسم اللهِ أُرْقِيْكَ

(diulang 3x)

Jika membaca dengan:

أعيذك بكلمات الله التامات من شر ماخلق

(diulang 3x) yang demikian juga boleh.

Mendoakan kesembuhan dan kesehatan untuknya.

Dan termasuk cara yang bermanfaat ketika mengobati adalah membaca ayat-ayat dan surat-surat juga doa tadi pada segelas air yang didalamnya ada tujuh daun bidara hijau yang telah dihaluskan, kemudian diminum sebagian dan sebagiannya lagi digunakan untuk memandikan orang yang terkena sihir/ kesurupan itu, ini adalah salah satu sebab sembuhnya orang tersebut, dan cobalah yang demikian ini dengan berulang kali dan semoga Allah memberikan manfaat dengannya. Dan kami juga telah melakukan hal ini kepada banyak orang yang kemudian Allah memberikan manfaat kepada mereka dengan itu. Karena sungguh ini merupakan obat yang mujarab dan bermanfaat bagi orang-orang yang terkena sihir/ kesurupan. Yang obat (cara ruqyah)ini juga bermanfaat bagi seorang yang tercegah dari berhubungan dengan istrinya, karena sebagian orang mensihir istri atau suami sendiri disebabkan tujuan tertentu sehingga mereka tidak dapat berhubungan (baca: senggama) dengannya.

Maka apabila hendak mendatanginya kemudian membaca ayat-ayat dan doa ini tadi yang dia baca untuk dirinya sendiri atau orang lain yang membacakan untuknya, atau dibaca dalam segelas air yang kemudian dia minum sebagian darinya lalu sisanya dia gunakan untuk memandikan dirinya, bisa juga untuk dimasukkan padanya tujuh daun bidara yang kemudian dibacakan dalam air tadi bacaan-bacaan tersebut lalu mandi darinya. Yang semua ini dengan seidzin Allah dapat memberikan manfaat dan pengaruh bagi yang terkena sihir atau yang terhalang dari pasangannya. Namun kesembuhan itu mutlak ditangan Allah Ta’ala hanyalah metode itu semua sekedar sebab-sebab yang berpengaruh dan di sisi Allah lah semua keberhasilan dan segala sesuatu berada ditangannya, termasuk penyakit dan obat semuanya telah ditentukan oleh Allah Ta’ala dengan qoddo’ dan qadar-Nya. Dan tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan juga menurunkan obatnya, yang obat itu diketahui oleh siapa yang mengetahuinya dan tidak dapat diketahui oleh yang tidak mengetahuinya, kecuali Allahq. Hanya milik Allah lah satu-satunya yang memberi taufiq.

(dari kitab fatawa nurun ‘aladdarb, no: 91)

 

Berkata Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz  *setelah salam dari beliau*

Adapun selanjutnya, maka tidaklah diragukan lagi bahwasanya sihir merupakan perkara yang telah ada yang dilakukan oleh sebagian orang, dan sihir ini bisa menimpa seorang dengan idzin Allah. Allah Ta’ala berfirman dalam perkara sihir:

102. dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.

Maka sihir itu memiliki pengaruh namun tetap dengan seidzin Allah, secara mutlak dibawah kekuasaan-Nya yang mana tidaklah nampak pengaruh tadi pada suatu apapun kecuali dengan idzin Allah. Akan tetapi (penyakit) sihir ini ada cara penyembuhan dan pengobatannya, yang dia(penyakit sihir) ini pernah menimpa Nabi n dan telah Allah selamatkan dan hilangkan kejelekan sihir tadi dari beliau, ketika mereka (para shahabat) mendapati apa yang dilakukan oleh penyihir tadi, kemudian beliau memerintahkan untuk merusak dan menghukumnya sehingga Allah menyembuhkan Nabi-Nya n dari penyakit itu. Dan demikianlah jika mendapati apa yang dilakukan oleh penyihir dari menggulung benang-benang atau mengikatnya dengan suatu yang lain atau dengan bentuk yang lain, maka harus disingkirkan dan dihancurkan. Karena kebiasaan para penyihir mereka meniup pada pintalan-pintalan atau buntalan benang dan memukulinya dengan tujuan tertentu yang jelek dari mereka. Maka terkadang dengan seidzin Allah mereka dapat melancarkan tujuan jelek itu, namun sering pula Allah gagalkan. Karen Rabb kita Maha mampu atas segala sesuatunya. Dan sungguh Allah telah memerintahakan untuk berlindung kepadanya dari kejelekan para dukun dan tukang sihir yang meniup pada buntalan benang dengan tujuan merealisasikan keinginan mereka yang jelek.

Oleh karena itu terkadang orang yang terkena sihir dan kesurupan bisa mengobatinya dengan cara membacakan Al-Quran untuk dirinya sendiri, jika dia masih sehat akalnya. Atau orang lain yang membacakan untuknya, kemudian meniup di dadanya atau pada anggota lain dari tubuh orang tersebut. Dengan ayat-ayat Al-Qur’an:

  1. Membaca surat Al-Fatihah, ayat kursi.
  2. Al-Ikhlas, Al-falaq, An-Nas (3x)
  3. Surat Al-‘Araf: 117-119

* !$uZøŠym÷rr&ur 4’n<Î) #Óy›qãB ÷br& È,ø9r& š‚$|Átã ( #sŒÎ*sù }‘Ïd ß#s)ù=s? $tB tbqä3Ïùùtƒ ÇÊÊÐÈ yìs%uqsù ‘,ptø:$# Ÿ@sÜt/ur $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÊÑÈ (#qç7Î=äósù y7Ï9$uZèd (#qç7n=s)R$#ur tûï̍Éó»|¹ ÇÊÊÒÈ

  1. Surat Yunus: 79-82

tA$s%ur ãböqtãöÏù ’ÎTqçGø$# Èe@ä3Î/ @Ås»y™ 5OŠÎ=tæ ÇÐÒÈ $£Jn=sù uä!%y` äotys¡¡9$# tA$s% Oßgs9 #Óy›q•B (#qà)ø9r& !$tB OçFRr& šcqà)ù=•B ÇÑÉÈ !$£Jn=sù (#öqs)ø9r& tA$s% 4Óy›qãB $tB OçGø¤Å_ ÏmÎ/ ãósÅb¡9$# ( ¨bÎ) ©!$# ÿ¼ã&é#ÏÜö6ãŠy™ ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw ßxÎ=óÁムŸ@uHxå tûïωšøÿßJø9$# ÇÑÊÈ ‘,Ïtä†ur ª!$# ¨,ysø9$# ¾ÏmÏG»yJÎ=s3Î/ öqs9ur on̍Ÿ2 tbqãB̍ôfãKø9$# ÇÑËÈ

  1. Surat Thaahaa: 65-69

(#qä9$s% #Óy›qßJ»tƒ !$¨BÎ) br& u’Å+ù=è? !$¨BÎ)ur br& tbqä3¯R tA¨rr& ô`tB 4’s+ø9r& ÇÏÎÈ tA$s% ö@t/ (#qà)ø9r& ( #sŒÎ*sù öNçlé;$t7Ïm öNßg–ŠÅÁÏãur ã@§‹sƒä† Ïmø‹s9Î) `ÏB ÷L¿e̍ósř $pk¨Xr& 4Ótëó¡n@ ÇÏÏÈ }§y_÷rrsù ’Îû ¾ÏmÅ¡øÿtR Zpxÿ‹Åz 4Óy›q•B ÇÏÐÈ $uZù=è% Ÿw ô#y‚s? š¨RÎ) |MRr& 4’n?ôãF{$# ÇÏÑÈ È,ø9r&ur $tB ’Îû y7ÏYŠÏJtƒ ô#s)ù=s? $tB (#þqãèuZ|¹ ( $yJ¯RÎ) (#qãèoY|¹ ߉ø‹x. 9Ås»y™ ( Ÿwur ßxÎ=øÿムãÏm$¡¡9$# ß]ø‹ym 4’tAr& ÇÏÒÈ

  1. Surat Al-Kafirun
  2. Mendoakannya dengan kesembuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi n:

اللهم رب الناس,أذهب البأس,واشف أنت الشافي لاشفاء إلا شفاؤك شفاءلا يغادر سقما

  1. Juga meruqyah dengan membaca:

بسم اللهِ أُرْقِيْكَ, مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يُؤْذِيْكَ, وَمِنْ كُلِّ شَرِّنَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ, بسم اللهِ أُرْقِيْكَ

(diulang 3x)

  1. Jika membaca dengan:

أعيذك بكلمات الله التامات من شر ماخلق

(diulang 3x) yang demikian juga boleh.

  1. Mendoakan kesembuhan dan kesehatan untuknya.

Dan termasuk cara yang bermanfaat ketika mengobati adalah membaca ayat-ayat dan surat-surat juga doa tadi pada segelas air yang didalamnya ada tujuh daun bidara hijau yang telah dihaluskan, kemudian diminum sebagian dan sebagiannya lagi digunakan untuk memandikan orang yang terkena sihir/ kesurupan itu, ini adalah salah satu sebab sembuhnya orang tersebut, dan cobalah yang demikian ini dengan berulang kali dan semoga Allah memberikan manfaat dengannya. Dan kami juga telah melakukan hal ini kepada banyak orang yang kemudian Allah memberikan manfaat kepada mereka dengan itu. Karena sungguh ini merupakan obat yang mujarab dan bermanfaat bagi orang-orang yang terkena sihir/ kesurupan. Yang obat (cara ruqyah)ini juga bermanfaat bagi seorang yang tercegah dari berhubungan dengan istrinya, karena sebagian orang mensihir istri atau suami sendiri disebabkan tujuan tertentu sehingga mereka tidak dapat berhubungan (baca: senggama) dengannya. Maka apabila hendak mendatanginya kemudian membaca ayat-ayat dan doa ini tadi yang dia baca untuk dirinya sendiri atau orang lain yang membacakan untuknya, atau dibaca dalam segelas air yang kemudian dia minum sebagian darinya lalu sisanya dia gunakan untuk memandikan dirinya, bisa juga untuk dimasukkan padanya tujuh daun bidara yang kemudian dibacakan dalam air tadi bacaan-bacaan tersebut lalu mandi darinya. Yang semua ini dengan seidzin Allah dapat memberikan manfaat dan pengaruh bagi yang terkena sihir atau yang terhalang dari pasangannya. Namun kesembuhan itu mutlak ditangan Allah Ta’ala hanyalah metode itu semua sekedar sebab-sebab yang berpengaruh dan di sisi Allah lah semua keberhasilan dan segala sesuatu berada ditangannya, termasuk penyakit dan obat semuanya telah ditentukan oleh Allah Ta’ala dengan qoddo’ dan qadar-Nya. Dan tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan juga menurunkan obatnya, yang obat itu diketahui oleh siapa yang mengetahuinya dan tidak dapat diketahui oleh yang tidak mengetahuinya, kecuali Allahq. Hanya milik Allah lah satu-satunya yang memberi taufiq.

(dari kitab fatawa nurun ‘aladdarb, no: 91)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: